Senin, 18 Februari 2013

Laporan Pembiayaan Agribisnis 1


Description: Description: Description: Description: H:\logo ipb.jpg

PRAKTIKUM MATA KULIAH PEMBIAYAAN AGRIBISNIS
“Analisis Laporan Keuangan, Penganggaran, dan Manajemen Aktiva”


Oleh:
Aghnia An’umillah (H34100053), Brilia Wulantika Sari (H34100067), Rosmelia Agustin (H34100092), Ricko Kurniawan Marpaung (H34100139), Sabilil Hakimi Amizuar (H34100149), Naritha Ayudya Riswanti (H34100163)


Departemen Agribisnis
Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor
2013
Nilai

 
 


Dosen Praktikum            : Feryanto, SP. M.Si
Hari/Tanggal                 : Rabu, 20 Februari 2013                                   
Praktikum                      : 2
Ruang                           : RK. V. 02. 3

PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Laporan keuangan bagi sebuah perusahaan sangat penting. Laporan keuangan merupakan keseluruhan informasi yang mengedepankan aspek-aspek keuangan untuk memberikan kepada pengguna informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. Salah satu aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mendukung operasional perusahaan. Hal itu dimungkinkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Laporan keuangan, penganggaran, dan manajemen aktiva diperlukan bagi semua perusahaan.
            Pengukuran kinerja dapat dilihat dari laporan keuangan yang ada pada perusahaan, semakin baik dan lengkap laporan menandakan bahwa perusahaan dapat menjalankan perusahaan secara baik dan perkembangan perusahaan akan terlihat jelas. Apalagi untuk perusahaan yang dibidang agribisnis. Laporan keuangan dapat dijadikan acuan untuk memproduksi produk kedepannya. Karena aktivitas perusahaan yang dilingkupi dengan ketidakpastian maka penerapan prinsip konservatisme menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam kaitannya dengan akuntansi dan laporan keuangannya. Laporan ini pula yang menjadikan perusahaan-perusahaan menjadi tolok ukur keputusan yang akan diambil perusahaan. Perubahan komponen dalam laporan berganti pada kurun waktu yang ada pada pembuatan laporan. Laporan keuangan berisi atas semua hasil yang diperoleh dan yang dikeluarkan perusahaan untuk membuat perusahaan berjalan lancar. Perhitungan aktiva, arus kas semua harus ada dan tertulis dengan baik. Hal itu memungkinkan pemilik untuk melihat perusahaan yang dijalankan berhasil atau tidak.
            Oleh karena pentingnya laporan keuangan pada suatu perusahaan maka berikut akan dibahas tentang kinerja yang dilihat contohnya. Salah satu perusahaan yang dibahas adalah perusahaan PT Astra Agro Lestari. Pada laporan keuangan pada perusahaan PT Astra Agro Lestari Indonesia pada tahun 2009 dan 2010.

Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui kinerja dan performance perusahaan PT AALI
2.    Mengetahui laporan keuangan serta pembiayaan perusahaan PT AALI
3.    Mengetahui pembiayaan jangka pendek dan jangka panjang
4.    Mengetahui pengambilan keputusan  keuangan yang baik pada perusahaan

Manfaat Penulisan
            Penulisan ini memberikan pengetahuan tentang laporan keuangan yang ada pada suatu perusahaan terhadap perkembangan sesuai data keuangan yang ada. Adanya laporan keuangan yang baik dan sesuai untuk menjalankan suatu perusahaan akan berakibat pada perusahaan jangka pendek maupun jangka panjang. Serta perubahan yang dapat terjadi terhadap pembiayaan perusahaan.

PEMBAHASAN

A. Kinerja dan Performance Perusahaan Berdasar Laporan Keuangannya

Terjadinya perkembangan atau penurunan pada suatu perusahaan bergantung pada keadaan laporan keuangan yang dimiliki perusahaan tersebut. PT. AALI merupakan salah satu anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang agribisnis. Perusahaan ini dapat dilaporkan mengalami perkembangan atau tidak dilihat dari laporan neraca, laporan laba-rugi, laporan ekuitas, dan laporan arus kas.
            Pada laporan neraca terdapat beberapa hal yang dapat dianalisis, yaitu aset lancar, aset tidak lancar, kewajiban lancar, kewajiban tidak lancar, dan ekuitas. Aset atau harta (aktiva) adalah benda baik yang memilki wujud maupun yang semu yang dimiliki perusahaan. Klaim atas harta yang tidak berwujud disebut ekuitas. Berdasarkan Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan (PSAK) 1 revisi 2009 diatur dalam paragraf 63 bahwa entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar, jika : entitas mengharapkan akan merealisasikan aset atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya dalam siklus operasi normal, entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan, entitas mengharapkan akan merealisasikan aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut termasuk aset tidak lancar. Contoh : piutang dagang, biaya atau beban yang dibayar di muka, pendapatan yang akan diterima, dan sebagainya. Aset investasi adalah aset yang diinvestasikan pada produk investasi untuk mendapatkan keuntungan. Contoh : obligasi, saham, reksadana, dan lainnya. Aset tak berwujud adalah harta yang tidak memiliki bentuk tetapi sah dimilki perusahaan dan dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Contoh : merk dagang, hak paten, hak cipta, hak pengusahaan hutan, franchise, goodwill, dan lainnya. Aset tetap biasanya berupa aset jangka panjang dimana sering juga disebut aset tidak lancar. Contoh : gedung, mobil, peralatan dan perlengkapan. Pada umunya menunjang kegiatan operasional perusahaan.
            Berdasarkan laporan neraca PT. AALI, jumlah aset lancar yang ada lebih besar pada tahun 2009. Tahun 2010 terjadi penurunan jumlah aset lancar menjadi 2.063.890 karena banyaknya piutang terutama piutang tak tertagih. Sedangkan untuk aset tidak lancar pada tahun 2010 terjadi peningkatan menjadi 6.158.894. Sehingga secara keseluruhan terjadi penambahan aset pada PT.AALI dalam kurun waktu satu tahun sebesar 1.184.154 menjadi 8.222.784 dimana pada tahun 2009 hanya sebesar 7.038.630.
            Hutang adalah kewajiban perusahaan pada pihak ketiga untuk melakukan sesuatu yang pada umumnya adalah pembayaran uang, penyerahan barang, maupun jasa pada waktu-waktu tertentu. Kewajiban (hutang) lancar adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu satu tahun. Contoh : hutang dagang, beban yang harus dibayar, hutang pajak, pendapatan diterima dimuka, dan lainnya. Kewajiban (hutang) jangka panjang adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Contoh : hutang hipotek, hutang obligasi yang jatuh tempo lebih dari satu tahun, hutang pinjaman jangka panjang, dan lainnya. Ekuitas atau modal adalah hak milik atas kekayaan dan harta perusahaan yang berbentuk hutang tak terbatas suatu perusahaan kepada pemilik modal hingga jangka waktu yang tidak terbatas.
            Pada tahun 2010 PT.AALI mengalami peningkatan kewajiban baik kewajiban lancar dan tidak lancar. Selain itu, jumlah ekuitas pada tahun tersebut juga meningkat. Laporan pada neraca tersebut balance karena antara debit dan kreditnya memiliki jumlah yang sama. Sehingga secara keseluruhan pada laporan neraca tersebut PT.AALI mengalami perkembangan dari tahun 2009 ke tahun 2010.
            Pada tahun 2010, PT.AALI mengalami jumlah peningkatan penjualan menjadi 1.633.078 dibandingkan pada tahun 2009 yang mencapai 1.408.410. Hal ini menyebabkan laba bersih yang dihasilkanpun meningkat. Jadi, secara laba PT.AALI pada tahun 2010 mengalami perkembangan dibandingkan setahun sebelumnya. Lalu dalam ekuitaspun terjadi peningkatan saldo di akhir tahun 2010. Berarti, modal pemilik perusahaan yang ada di perusahaan tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2009. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan laba bersih sehingga saldo akhir dari ekuitaspun meningkat.
            Laporan arus kas dibuat setelah laporan keuangan mengenai neraca, laba-rugi, dan ekuitas dibuat. Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini disajikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan arus kas keluar. Saldo terakhir pada tahun 2010 menunjukkan adanya penurunan kas dibandingkan pada tahun 2009. Pada tahun 2010 total kas yaitu 1.047.806 dan pada tahun 2009 total kas yaitu 1.167.499. namun belum dapat dipastikan bahwa adanya penurunan ini mengindikasikan bahwa perusahaan tidak berkembang. Bisa saja penurunan ini terjadi karena adanya aset-aset yang belum menghasilkan sampai dengan tahun berjalan 2010 atau aset tersebut baru ada pada tahun 2010. Yang membedakan dengan tahun 2009 adalah aktivitas dari arus kas investasi dimana pengeluaran untuk tanaman belum menghasilkan dan penambahan perkebunan plasma lebih banyak dibandingkan pada tahun 2009. Selain itu, pembayaran beban operasional lainnya pada tahun 2010 lebih besar dibandingkan tahun 2009. Sehingga pada tahun 2010 terjadi penurunan kas dikarenakan pengeluaran untuk aktivitas lebih banyak dibandingkan 2009 dan terdapat tanggungan beban yang lebih besar pula yang harus dibayarkan dibandingkan tahun sebelumnya.
            Jadi, pada kenyataan PT.AALI mengalami perkembangan pada perusahaannya. Laporan arus kas menunjukkan bahwa kas yang masuk pada tahun 2010 menurun dibandingkan tahun 2009 namun penurunan tersebut terjadi karena adanya peningkatan pembayara beban operasional, penambahan tanaman yang dihasilkan, dan penambahan perkebunan. Di samping itu, laporan laba-rugi, neraca, dan laporan ekuitas menunjukkan adanya peningkatan pada tahun 2010. Laba bersih yang dihasilkan pada tahun 2010 lebih besar daripada tahun 2009. Sehingga kesimpulannya, terjadi perkembangan pada PT.AALI sepanjang satu tahun karena aktivitas kas yang meningkat untuk peningkatan aset dan juga adanya peningkatan laba bersih yang terjadi.
B. Pengembangan Usaha dalam Pola Pembiayaannya
Apabila perusahaan hendak mengembangkan usaha disaat modal internal hanya terkumpul sebesar 50% dari seluruh total kebutuhan maka akan terdapat konsekuensi terhadap pembiayaan perusahaan  tersebut. Dalam situasi kekurangan modal pembiayaan disarankan agar melakukan pencarian untuk penambahan modal. Tambahan modal tersebut dilakukan dengan mencari sumber diluar perusahaan. Sumber pembiayaan dapat berasal dari lembaga keuangan (bank),  koperasi, meminjam dari perusahaan lain ataupun menggadaikan aktiva yang dimiliki.
Berbagai cara dapat dilakukan dengan :
  1. Meminjam modal ke bank
Dana dapat diperoleh melalui mekanisme peminjaman modal ke bank-bank komersial. Bank akan memberikan sejumlah dana dengan jangka waktu pengembalian dan bunga yang telah ditentukan. Jenis pinjaman ini relatif aman karena terdapat pengawasan dari pihak bank. Selain itu jumlah pinjaman dari bank juga relatif besar dibandingkan dengan bentuk pinjaman lainnya.
  1. Memperoleh modal melalui pasar modal atau pasar uang
Selain meminjam di bank, perusahaan juga dapat menerbitkan berbagai jenis surat berharga yang nantinya akan diperdagangkan dipasar uang(pasar modal). Surat berharga tersebut kemudian akan ditawarkan kepada publik. Perolehan modal melalui pasar uang memang sangat cocok untuk pembiayaan yang memerlukan dana sangat besar namun perusahaan harus memperlihatkan kondisi keuangannya secara rinci. Biasanya publik akan lebih tertarik membeli surat berharga pada perusahaan dengan kondisi keuangan yang cukup sehat.
Pembiayaan perusahaan dapat dilihat dari tujuan jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. Pembiayaan yang  dilakukan dengan pola jangka pendek merupakan pengelolaan terhadap aktiva lancar (kas, persediaan, piutang, dan surat berharga) dan pasiva lancar (hutang dagang, wesel bayar, dan kewajiban yang harus dibayar) untuk mencapai keseimbangan antara laba dan resiko agar memberikan kontribusi nilai positif perusahaan.  Rasio jangka pendek ini menggambarkan seberapa jauh kemampuan perusahaan dapat menutupi semua utangnya yang harus dibayar dalam jangka pendek tanpa mengganggu jalannya atau kegiatan operasional perusahaan.
Pembiayaan jangka pendek mengakibatkan perubahan terhadap komponen aktiva lancar dan pasiva lancar. Dalam hal ini jika PT. Atra Agrolestari melakukan pembiayaan jangka pendek maka komponen aktiva lancar  yang berubah dapat berupa:
1.    Kas
Perubahan kas disebabkan dengan adanya perubahan piutang usaha, persediaan, hutang usaha dan hutang pajak. Untuk melakukan pembiayaan jangka pendek maka perusahaan berusaha mengurangi jumlah komponen tersebut sehingga nilai kas bertambah.
2.    Piutang usaha
Jika perusahaan melakukan pembiayaan melalui mekanisme factoring atau meminjamkan piutang maka jumlah piutang akan semakin berkurang. Hal ini disebabkan sejumlah piutang yang dimiliki peruahaan dipinjamkan atau dijadikan jaminan saat meminjam hutang pada pihak lain.
3.    Persediaan
Persediaan akan berkurang jika perusahaan menjadikannya sebagai jaminan hutang. Biasanya saat meminjam modal kepada pihak lain persediaan dapat dijadikan jaminan jika suatu saat perusahaan tidak dapat melunasi hutangnya.
Sedangkan komponen pasiva lancar yang berubah dapat berupa :
  1. Hutang usaha
Jika perusahaan melakukan pinjaman kepada pihak pemberi modal maka jumlah hutang usaha semakin meningkat.
  1. Hutang pajak
Pembiayaan jangka pendek juga dapat dilakukan dengan menambah hutang pajak. Artinya pajak perusahaan yang harusnya dibayarkan pada bulan ini dapat tidak dibayarkan terlebih dahulu atau digunakan sebagai tambahan modal pembiayaan jangka pendek.
Terdapat berbagai jenis sumber dana jangka panjang yang tersedia bagi perusahaan seperti misalnya long-term debt, saham preferen dan saham biasa. Terdapat perubahan seperti ekuitas perusahaan pada komponen modal saham dan obligasi. Pada PT Astra Agrolestari tersebut jika terdapat aktivitas menjual obligasi, saham pereferen dan saham biasa maka jumlah modal akan meningkat. Selanjutnya diikuti oleh peningkatan jumlah kas akibat dari penjualan surat berharga tersebut.
C. Keputusan Keuangan untuk Perusahaan
  • Keputusan Investasi
          Laporan keuangan PT AAL terdiri dari neraca konsolidasian, Laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas. Laporan keuangan tersebut menggambarkan kondisi keuangan pada PT AAL. Berdasarkan poin (a) mengenai kinerja dan performance perusahaan setelah laporan keuangan yang terlampir di analisis didapatkan informasi bahwa ada perkembangan yang positif terhadap kinerja dan performance perusahaan PT. AAL. Perusahaan memiliki kinerja yang baik diindikatori dari diantaranya ialah :
1.    Meningkatnya total Asset dari tahun sebelumnya
2.    Meningkatnya Laba bersih
3.    Meningkatnya Ekuitas
Pada laporan arus kas terlihat bahwa terjadi penurunan kas dari tahun sebelumnya hal ini implementasi dari bertambahnya beban operasional yang peningkatannya lebih dari 50%.
            Keputusan untuk berinvestasi merupakan kebijakan yang harus ditentukan dengan cermat oleh para stakeholder perusahaan. Namun pengambilan keputusan investasi tersebut harus dilakukan dengan hari-hati dan tepat sasaran, karena kegiatan investasi akan berhasil jika tujuan perusahaan tercapai yaitu memaksimumkan keuntungan yang akan dirasakan oleh para pemegang saham yang hanya bisa dihasilkan dari kegiatan investasi perusahaan.
            Perkembangan dari tahun 2009 sampai 2010 PT. Astra Agro Lestari telah melakukan kegiatan investasi. Kegiatan investasi yang dilakukan yaitu dengan penambahan aset tidak lancar yaitu penambahan tanaman menghasilkan sebesar 386.484 dan tanaman belum menghasilkan sebesar 351.458. Berdasarkan laporan arus kas konsolidasian untuk periode yang berakhir 31 Maret 2010 dan 2009 terlihat bahwa arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi bertambah dari (292.894) menjadi (291.013). Dengan demikian perusahaan PT. AAL mengeluarkan keputusan untuk berinvestasi.
  • Keputusan Pembiayaan

            Manajer keuangan PT. AAL  harus bisa mengambil keputusan yang tepat agar pembiayaan perusahaan terlaksana dengan baik. Berkaitan dengan keputusan berinvestasi, PT AAL memilih untuk meningkatkan investasinya sehingga akan mengakibatkan pembiayaan yang meningkat untuk membiayai beban operasional yang bertambah pula.
              Untuk mendapatkan uang tambahan untuk menanggulangi pembiayaan yang meningkat pula dapat dilakukan dengan pola jangka panjang atau pola jangka panjang. Pola pembiayaan jangka pendek merupakan cara peningkatan pendanaan melalui hutang. Hutang dapat mengendalikan manajer untuk mengurangi tindakan perquisites dan kinerja perusahaan menjadi lebih efisien sehingga penilaian investor terhadap perusahaan akan meningkat. Berdasarkan laporan arus kas dari aktivitas pendanaanterjadi penambahan hutang yang ditandai dengan bertambahnya bunga dan beban keuangan sebesar (3.855) yang berari PT AAL melakukan eptusan pembiayaan dengan pola jangka pendek. Adapun pola pembiayaan jangka panjang dilakkan dengan cara penerbitas surat berharga atau yang biasa disebut dengan surat obligasi.
  • Keputusan Deviden
Keputusan kebijakan dividen adalah keputusan tentang seberapa banyak laba saat ini yang akan dibayarkan sebagai dividen daripada ditahan untuk diinvestasikan kembali dalam perusahaanPada dasarnya, laba bersih perusahaan bisa dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau ditahan dalam bentuk laba ditahan untuk membiayai investasi perusahaan. Kebijakan dividen menyangkut keputusan tentang penggunaan laba yang menjadi hak pemegang saham.  Berdasarkan poin B (1) dan (2) dapat dinyatakan bahwa keputusan dividen pada pola pembiayaan jangka panjang dimana perusahaan diharuskan menjual sahamnya sehingga keputusan dalam pembagian dividen akan bertambah.


PENUTUP
Kesimpulan
           
            Laporan keuangan perusahaan PT. AAL yang terdiri dari :
1. Neraca menggambarkan posisi harta, hutang, dan modal pada tanggal tertentu.
2. Laba rugi menggambarkan hasil yang diterima perusahaan selama satu periode tertentu  serta     biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tersebut.
3. Laporan arus kas yang berisi tentang dari mana sumber kas diperoleh dan untuk kemana kas dipergunakan.
4. Laporan Perubahan Ekuitas.
            Telah menyediayan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan yang sangat bermanfaat bagi sejumlah besar para pemilik kepentingan, yaitu para stakeholder PT AAL, investor, karyawan, maupun pelanggan terlebih jika pelanggan tersebut terlibat dalam perjanjian jangka panjang dalam pengambilan keputusan ekonomi yaitu keputusan investasi, keputusan pembiayaan, dan keputusan deviden.
            Berdasarkan laporan keuangan tersebut, telah terlihat adanya perkembangan yang positif pada PT. AAL dari tahun 2009 ke tahun 2010. Adanya perkembangan yang positif merupakan implikasi dari diputuskannya oleh PT. AAL untuk melakukan investasi pada tahun 2010. Peningkatan investasi membutuhkan pendanaan yang lebih besar hal ini membuat PT AAL untuk melakukan kebijakan pola pembiayaan jangka pendek dengan melakukan hutang. PT AAL pada tahun 2010 mengalami peningkatan laba sehingga perusahaan melakukan kebijakan untuk pembagian deviden yang bertambah.
             

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar